Selasa, 31 Agustus 2010

Ramadhan

      Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam penanggalan Hijriyah.Sepanjang bulan ini pemeluk agama Islam melakukan serangkaian aktivitas keagamaan termasuk di dalamnya berpuasa, salat tarawih, peringatan turunnya Al-Quran, mencari malam Laylatul Qadar, memperbanyak membaca Al-Quran dan kemudian mengakhirinya dengan membayar zakat fitrah dan rangkaian perayaan Idul Fitri.

      Ramadhan berasal dari kata yang berarti panas yang menyengat atau kekeringan, khususnya pada tanah. Bangsa Babylonia yang budayanya pernah sangat dominan di utara Jazirah Arab menggunakan luni-solar calendar (penghitungan tahun berdasarkan bulan dan matahari sekaligus). Bulan ke sembilan selalu jatuh pada musim panas yang sangat menyengat. Sejak pagi hingga petang batu-batu gunung dan pasir gurun terpanggang oleh segatan matahari musim panas yang waktu siangnya lebih panjang daripada waktu malamnya. Di malam hari panas di bebatuan dan pasir sedikir reda, tapi sebelum dingin betul sudah berjumpa dengan pagi hari. Demikian terjadi berulang-ulang, sehingga setelah beberapa pekan terjadi akumulasi panas yang menghanguskan. Hari-hari itu disebut bulan Ramadhan, bulan dengan panas yang menghanguskan.


Setelah umat Islam mengembangkan kalender berbasis bulan, yang rata-rata 11 hari lebih pendek dari kalender berbasis matahari, bulan Ramadhan tak lagi selalu bertepatan dengan musim panas. Orang lebih memahami 'panas'nya Ramadhan secara metaphoric (kiasan). Karena di hari-hari Ramadhan orang berpuasa, tenggorokan terasa panas karena kehausan. Atau, diharapkan dengan ibadah-ibadah Ramadhan maka dosa-dosa terdahulu menjadi hangus terbakar dan seusai Ramadhan orang yang berpuasa tak lagi berdosa. Wallahu `alam.

Dari akar kata tersebut kata Ramadhan digunakan untuk mengindikasikan adanya sensasi panas saat seseorang kehausan. Pendapat lain mengatakan bahwa kata Ramadhan digunakan karena pada bulan itu dosa-dosa dihapuskan oleh perbuatan baik sebagaimana matahari membakar tanah. Namun kata ramadan tidak dapat disamakan artinya dengan ramadhan. Ramadan dalam bahasa arab artinya orang yang sakit mata mau buta. Lebih lanjut lagi hal itu dikiaskan dengan dimanfaatkannya momen Ramadhan oleh para penganut Islam yang serius untuk mencairkan, menata ulang dan memperbaharui kekuatan fisik, spiritual dan tingkah lakunya, sebagaimana panas merepresentasikan sesuatu yang dapat mencairkan materi.

Pada bulan Ramadhan ada beberapa kegiatan keagamaan yang hanya dapat dilakukan pada bulan Ramadhan diantaranya:
1.Puasa Ramadhan
2.Shalat sunnah tharawih
3.Zakat fitrah,dll

Beberapa manfaat dan hikmah berpuasa di bulan Ramadhan:

1. Berpuasa akan membantu kita hanya jika kita melakukan disiplin spiritual sehingga nantinya hal-hal baik akan menjadi kebiasaan rutin kita;
2. Berpuasa berguna untuk membantu kita menahan godaan secara fisik dan belajar mengontrol diri;
3. Tidak akan bermanfaat puasa seseorang jika dia tidak bisa mengendalikan pikiran, perkataan serta perbuatan-perbuatan jahatnya;
4. Puasa yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan membuat kita sadar akan nikmat Allah seperti nikmat dapat makan atau minum dan dengan seperti itu kita jadi lebih menghargai setiap nikmat serta karunia yang telah Allah berikan kepada kita;
5. Bulan Ramadhan juga memberikan kesempatan kepada kita untuk peduli kepada mereka yang miskin dan kurang beruntung;
6. Bulan Ramadhan semestinya juga membantu kita memperbaiki kehidupan kita dengan merubah kebiasaan-kebiasaan buruk dan mempelajari hal-hal baru;
7. Singkatnya dengan meningkatkan takwa melalui puasa kita akan bersiap diri untuk membuka lembaran baru hidup kita.